Mei 18, 2013

Saat Menyeduh Teh

Halo!!!
*mengkibas sarang laba-laba..
tiga tahun vakum ngepost di blog, sebagai suatu reuni, saya akan membagi tulisan-tulisan saya pada masa SMA.
oke, tak perlu protes, saya sudah lama tidak menulis. Entah, pura-pura sibuk atau kehilangan jati diri. :)
semoga saya bisa memulai kebiasaan menulis ini kembali.

mulai dari saat saya dulu menyeduh teh dan merenung....


Daun-daun jati cina berkumpul di dasar gelas.. Kemudian air panas mengisi ruang kaca itu dan mengangkat daun-daun ke permukaan..

Sesaat lamanya daun-daun mulai mengembang, hingga perlahan jatuh.. Ke dasar gelas itu, lagi.. Dan menyisakan hijau kekuningan dari semula tak berwarna..

Seperti halnya para manusia, datang ke sini dari satu Pencipta yang sama oleh satu keajaiban bernama kehidupan.. Meretas waktu, menoreh berbagai ragam cerita..

Lalu satu per satu akan kembali..


3 April-
Ruang imajinerku. Pukul 11siang. Diiringi redupnya cahaya.

Desember 17, 2010

Segalaku

Wanita itu cantik,
seulas senyumnya membuat segala masalahku sirna, tatapannya menyiratkan kata-kata 'tenanglah, tak ada sesuatu yang akan memberatkanmu hingga kamu tak sanggup memapahnya, bersabarlah, lakukan sepenuh hati apa yang harus kamu kerjakan, sapu perlahan semua ganjalan yang menghalangi jalanmu.'

Wanita itu cerdas,
ia jawaban dari segala risauku, pertanyaan-pertanyaanku terjawab, meski tak selalu sesuai pasti, namun dapat diterima dengan akali, ia bisa memperbaiki apa saja, seperti magis, sesuatu yang aku cari setengah mati pun dengan mudahnya ditemukannya.

Wanita itu tegar,
kehilangan matahari kala fajarnya tak membuat ia jatuh terpuruk, segera saja ia bangkit, dengan segala kepercayaannya ia yakin bisa membesarkanku seorang diri. Tak tampak raut kesedihan di wajahnya, ketika aku mengkhawatirkannya pun dengan jenaka ia berkata selalu baik-baik saja.

Wanita itu seseorang yang sangat aku kasihi sepanjang hidupku,
ia tahu kecemasanku, ia paham kekecewaanku, ia tahu cara memperlakukanku ketika aku menangis merengek, ia mengajarkan aku arti kemandirian, keteguhan hati, ia mengingatkanku bahwa sesuatu yang datang suatu saat pasti akan pergi, tak ada keabadian, kecuali Dia, maka bersiaplah untuk semua yang akan terjadi nanti, dan selalu dekatlah dengan Tuhanmu.

Wanita itu begitu menyayangiku,
dalam malamku ia pastikan aku terlelap damai, kemudian ia tengadahkan tangannya panjatkan doa untukku, ia biarkan aku terluka, sebentar saja, kemudian memberiku pelajaran bahwa kita harus bisa menjaga diri sendiri, jangan sampai terjerembab lagi dalam satu kesalahan yang sama.

Wanita itu no.1 di dunia ini,
tak ada yang bisa menggantikan kehadirannya bagi hari-hariku, tak ada yang menandingi hangat peluknya, aku akan membahagiakan wanita itu dengan segenap mampuku, aku akan melindunginya seperti halnya ia selalu melindungiku.

Wanita itu, ya, sudah pasti kau tahu, ia ibuku.